Diet Mediterania

Awet Muda dan Panjang Umur dengan Diet Mediterania

Diet Mediterania adalah pola makan yang dilakukan oleh penduduk di daerah mediterania; yang komposisi makanannya banyak mengandung makanan laut dan sayuran. Pola makan ini telah dijalani oleh penduduk Spanyol, Yunani, Italia, Portugal, dan negara mediterania sekitarnya selamat berabad-abad, dan telah dijadikan bahan penelitian oleh para ahli kesehatan dan gizi untuk melihat efeknya bagi kesehatan tubuh.

Diet Mediteriania, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Harvard Medical Publication, menunjukkan banyak manfaat. Manfaat tersebut terutama bagi proses regenerasi otak dan sel-sel tubuh. Beberapa penelitian sebelumnya juga telah membuktikan bahwa mereka yang menjalani diet mediterania memiliki potensi usia lebih panjang daripada yang tidak menerapkannya.

Aspek Kesehatan

Diet Mediterania memang memiliki sejumlah manfaat baik untuk tubuh dan kesehatan, mulai dari memperpanjang usia dan potensial hidup seseorang, regenerasi sel tubuh dan otak, mencegah penyakit Alzheimer dan penyakit kerusakan otak lainnya, serta sejumlah manfaat lainnya.

Beberapa Keuntungan Diet Mediterania

  1. Mampu Menurunkan Berat Badan secara Sehat. Jika anda ingin menurunkan berat badan tanpa merasa kelaparan, Diet Mediterania merupakan salah satu solusi yang bisa anda gunakan. Tanpa mengurangi porsi makan, anda tetap dapat menjaga berat badan sekaligus mengurangi lemak dalam tubuh.
  2. Meningkatkan Kesehatan Jantung. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa lemak tak jenuh (monounsaturated fat), omega 3, dan Asam Alpha-linolenic (Alpha-Linolenic Acid/ALA), yang banyak terdapat di dalam menu Diet Mediterania, mampu menurunkan potensi kematian terutama yang disebabkan oleh penyakit jantung.
  3. Menurunkan Potensi Serangan Kanker. Menu utama dari pola makan mediterania adalah sayur mayur dan buah-buahan yang terbukti mampu mencegah kanker karena memberikan antioksidan bagi tubuh, melindungi DNA dari kerusakan, mencegah mutasi sel, mengurangi peradangan, dan menghambat pertumbuhan tumor.
  4. Melindungi Kesehatan Otak. Salah satu kelebihan dari menu yang terkandung dalam diet Mediterania adalah makanan-makan yang kaya protein dan anti oksidan yang mampu melindungi meremajakan sel-sel, terutama sel otak serta hormon yang menyertainya. Di beberapa tempat, diet Mediterania bahkan menjadi salah satuĀ treatment untuk mengatasi penyakit Alzheimer dan Parkinson.
  5. Mengontrol Gula dalam Darah. Komposisi makanan yang ada di Diet Mediterania sangat sedikit mengandung gula, sehingga relatif aman untuk penderita diabetes. Selain itu, Diet Mediterania juga mampu mengontrol kelebihan insulin, hormon yang mengontrol tingkat gula darah dalam tubuh.
  6. Meningkatkan Potensia Usia yang Lebih Panjang. Berdasarkan penelitian yang dimuat oleh Harvard Medical Publication, Diet Mediterania mampu meningkatkan potensi usia menjadi lima hingga tujuh tahun lebih panjang dibandingkan dengan yang tidak menjalaninya. Ingin menghabiskan waktu yang lebih lama dengan orang-orang yang anda cintai, menjalani diet Mediterania bisa menjadi salah satu cara untuk mewujudkannya.

Potensi Negatif Diet Mediterania

Pola makan seperti diet Mediterania, maupun diet-diet yang lain, memiliki konsekuensi terhadap tubuh dan kesehatan yang harus diperhatikan, seperti berikut ini;

  1. Para pelaku diet mediterania ini akan memiliki kecenderungan kekurangan zat besi. Untuk mengatasinya bisa dengan menambahkan makanan yang kaya zat besi, atau vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi secara maksimal.
  2. Kekurangan kalsium juga menjadi salah satu potesi kesehatan yang bisa terjadi. Hal ini disebabkan kurangnya konsumsi bahan makanan yang mengandung susu.

Bahan Makanan dalamĀ Diet Mediterania

Beberapa bahan utama yang ada dalam menu diet mediterania adalah sebagai berikut:

  1. Makanan nabati (sayur mayur), dengan sedikit daging sapi tanpa lemak atau daging ayam.
  2. Biji-bijian, buah, sayur, dan kacang-kacangan.
  3. Makanan yang mengandung serat dalam jumlah besar.
  4. Ikan-ikanan dan makanan laut yang lain.
  5. Minyak zaitun (olive oil), sebagai sumber lemak dan bahan untuk menyiapkan makanan.

Sedangkan untuk beberapa bahan makanan yang digunakan dalam jumlah sangat sedikit dan sebisa mungkin dihindari adalah:

  1. Mentega
  2. Makanan manis/bergula
  3. Daging merah
  4. Telur

Kesimpulan

Diet Mediterania adalah diet yang cocok untuk diterapkan di Indonesia, terutama di daerah pesisir. Namun yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian dengan kondisi kesehatan dan fisik pelakunya. Semisal anda menderita penyakit osteoporosis yang membutuhkan banyak asupan kalsium, maka diet ini kurang cocok untuk anda, karena bahan makanan yang digunakan relatif tidak kaya kalsium.

One thought on “Awet Muda dan Panjang Umur dengan Diet Mediterania”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *