5 Dampak Masalah dan Konflik Keluarga

Dampak masalah dan konflik keluarga terhadap keberlangsungan kehidupan sebuah keluarga tidak bisa dianggap sebelah mata. Ada 5 dampak yang kami sarikan melalui hasil penelusuran liputan-liputan pada beberapa portal berita nasional dan regional di Indonesia (lihat gambar overview-nya). Artikel ini akan menjelaskan kelima dampak tersebut secara ringkat dan jelas.

5 Dampak Masalah dan Konflik Keluarga
Overview 5 Dampak Masalah dan Konflik Keluarga

DAMPAK MASALAH DAN KONFLIK KELUARGA

(1) Merenggangkan Hubungan Antarmanusia

Judul berita: masalah internal dan keluarga jadi penyebab stefan william putus cinta
http://entertainment.kompas.com/read/2016/09/05/173520810/masalah.internal.dan.keluarga.jadi.penyebab.stefan.william.putus.cinta
Judul berita: akibat masalah keluarga, ibu ini menjadi gelandangan
http://www.pojokpitu.com/baca.php?idurut=39823&&top=1&&ktg=J%20Mataraman&&keyrbk=Peristiwa&&keyjdl=pujiati

Masalah dan konflik keluarga bisa merenggangkan hubungan antarmanusia yang sudah terjalin sebelumnya. Baik hubungan antaranggota keluarga maupun hubungan dengan orang lain yang bukan keluarga. Salah satu indikator terjadinya kerengganan hubungan tersebut, yaitu melemahnya/menghilangnya dimensi afeksi—perasaan/emosi yang mengikat hubungan antara dua orang/lebih. Lambat laun, hal tersebut ikut mempengaruhi pemaknaan atas hubungan yang sudah terjalin sebelumnya—eksistensi sebuah hubungan tidak lagi dianggap penting.

(2) Memunculkan Gangguan Psikologis

Judul berita: mabuk dan acungkan senpi, wakapolsek kemayoran mengaku ada masalah keluarga
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/08/09/13134371/mabuk.dan.acungkan.senpi.wakapolsek.kemayoran.mengaku.ada.masalah.keluarga
Judul berita tentang dampak masalah dan konflik keluarga terhadap motif tindak kejahatan
http://poskotanews.com/2012/06/25/meningkat-kdrt-broken-home-dan-masalah-keluarga/

Masalah dan konflik keluarga bisa mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Stress yang terbentuk, jika tidak dikelola dengan baik/tidak diselesaikan, akan berpotensi memunculkan gangguan-gangguan psikologis—berupa kesalahan berpikir, pengelolaan emosi yang buruk, dan perilaku yang tidak sehat. Berbagai gangguan psikologis tersebut bisa muncul dengan tingkat keparahan rendah hingga tinggi. Bahkan, kadangkala, seseorang berkemungkinan untuk tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami gangguan psikologis; tetapi orang lain bisa merasakan/mengamatinya—terutama orang-orang yang dekat dengan orang tersebut.

(3) Menghambat Perkembangan Karir

Judul berita: kajari singkawang dicopot karena masalah keluarga
http://regional.kompas.com/read/2012/01/18/12055870/Kajari.Singkawang.Dicopot.karena.Masalah.Keluarga
Judul berita: bahasjim mundur dari bappenas karena masalah keluarga
http://nasional.kompas.com/read/2010/04/08/17582364/Bahasjim.Mundur.dari.Bappenas.karena.Masalah.Keluarga

Masalah dan konflik keluarga bisa mengganggu kinerja seseorang saat melakukan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Kinerja yang terganggu bisa mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan—gagal mencapai target sesuai tuntutan. Kegagalan tersebut membuat seseorang mendapatkan rapor merah dalam penilaian kinerjanya. Hal tersebut berimbas pada kemungkinan untuk mencapai jenjang karir optimal; dan/atau, ekstrimnya, bisa “membunuh karir” seseorang.

(4) Menjadi Motif Tindak Kejahatan

Judul berita: anggota polisi bunuh istri lantaran masalah keluarga
http://www.antaranews.com/berita/552185/kapolda-metro-jaya-anggota-bunuh-istri-lantaran-masalah-keluarga
Judul berita: masalah keluarga, latar belakang pembacokan berantai di sleman
http://regional.kompas.com/read/2015/01/11/18204641/Masalah.Keluarga.Latar.Belakang.Pembacokan.Berantai.di.Sleman.
Judul berita: akibat masalah keluarga, kakak bunuh adik iparnya di siak
http://news.detik.com/berita/3327315/akibat-masalah-keluarga-kakak-bunuh-adik-iparnya-di-siak

Masalah dan konflik keluarga bisa membuat seseorang gelap mata—melakukan tindakan yang membuatnya berhadapan dengan hukum. Pasal yang dikenakan sifatnya kasuistik—bisa menyangkut kekerasan dalam rumah tangga, pencurian, penipuan, pembunuhan, dan/atau pasal lainnya. Biasanya, tindak kejahatan yang dilakukan bisa dipengaruhi dan/atau mempengaruhi dampak lainnya. Misalnya, dipengaruhi oleh adanya gangguan psikologis—berupa kontrol emosi yang lemah; mempengaruhi perkembangan karir—menjadi sulit untuk mencari sekolah/pekerjaan karena punya rekam jejak buruk dalam catatan kepolisian.

(5) Memicu Motivasi Bunuh Diri

Judul berita: kasus bunuh diri polisi kebanyakan karena konflik keluarga
http://www.antaranews.com/berita/589764/kasus-bunuh-diri-polisi-kebanyakan-karena-konflik-keluarga
Judul berita: stress masalah keluarga, pria ini lompat dari jembatan
http://regional.kompas.com/read/2016/07/17/21514271/stres.masalah.keluarga.pria.ini.lompat.dari.jembatan
Judul berita: supriono murni gantung diri diduga kuat akibat masalah keluarga
http://borneonews.co.id/berita/36905-supriono-murni-gantung-diri-diduga-kuat-akibat-masalah-keluarga

Masalah dan konflik keluarga juga bisa memunculkan niat dalam diri seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Biasanya, bunuh diri menjadi pilihan terakhir seseorang karena usaha-usaha yang dilakukannya tak kunjung berhasil untuk menyelesaikan permasalahan dan konflik dalam keluarganya. Akan tetapi, pada orang-orang tertentu—yang kemampuan adaptasi terhadap tekanan tergolong sangat rendah, dan yang tidak memiliki/minim sekali pengalamannya dalam menyelesaikan persoalan hidup secara mandiri—bunuh diri bisa menjadi pilihan pertama.

Apakah anda pernah/sedang mengalami salah satu, atau lebih, dari 5 dampak masalah dan konflik keluarga di atas? Tentunya, yang pernah mengalami dampak kelima, tidak akan membaca apalagi merespon artikel ini; apabila ada.. (mendadak bulu kuduk bergidik).

Pada artikel berikutnya, kami akan membuat tulisan tentang solusi masalah dan konflik keluarga.

4 thoughts on “5 Dampak Masalah dan Konflik Keluarga”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *