Tentang Uang…

uang

“Don’t tell me where your priorities are. Show me where you spend your money and I’ll tell you what they are.” – James W. Frick

Siapa itu James W. Frick bisa di google dengan cepat, jadi hal itu tidak perlu dibicarakan lebih jauh. Yang ingin saya tekankan adalah bagian dari blog ini memilih untuk fokus pada sisi finansial dari kehidupan pembacanya

Tentu saja topik ini tidak mungkin menarik bagi semua orang. Sasaran saya adalah siapa saja yang memiliki kemampuan mendapatkan penghasilan dan memanfaatkannya dalam batas kebebasan tertentu, (kan ndak semua orang bisa pake duit mereka sendiri sesuka hatinya, kadang-kadang ada masukan dari pasangan, orang tua atau orang terdekat lainnya)

Bagi yang belum berpenghasilan, tolonglah berhenti menggantungkan hidup anda pada orang lain (siapapun itu) dan mulailah berkontribusi pada kehidupan orang lain.

Jadi sekarang anda sudah berpenghasilan dan mayoritas akan mendapatkan penghasilan itu dalam bentuk uang. Kemudian apa yang anda lakukan dengan uang tersebut? Pada tingkat paling mendasar anda akan gunakan uang itu untuk bertahan hidup. Baru kemudian anda akan belanjakan uang anda pada hal-hal yang anda butuhkan atau anda inginkan.

Mekanisme tersebut terjadi pada siapa saja terlepas dari nominal jumlah uang yang mereka peroleh. Yang berbeda adalah dinamika aplikasi riil saja, coba bayangkan kehidupan Budi seorang pekerja dengan pendapatan upah minimum (beda daerah beda nominal rupiah) dan kehidupan Badu seorang bukan pekerja dengan pendapatan bunga deposito maksimal (10 juta rupiah per bulan dengan asumsi deposito 2M imbal hasil 7.5% p.a dan pajak hasil deposito 20%). Silahkan masing-masing pembaca menempatkan dirinya pada posisi Budi dan Badu, dan teruslah membayangkan kehidupan anda

Pada usia tertentu dan tahapan kehidupan tertentu maka kehidupan Budi dan Badu akan mengalami gradasi kompleksitas mulai dari mirip-mirip sampai beda bumi dan langit antara keduanya. Dinamika kehidupan pada usia 20an berbeda dengan usia 30an berlanjut ke usia 40an, 50an, 60an dst…. begitu pula dengan tanggungan kehidupan antara diri sendiri, pasangan, anak pertama, anak kedua, orang tua atau orang lain siapapun itu

Intinya adalah tiap orang dalam fase hidup manapun memiliki masalah/tujuan nya sendiri dan bagaimana dia menggunakan sumber daya nya (termasuk uang) untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan tersebut berbeda satu dengan yang lain.

Bagaimana menggunakan uang secara optimal untuk mendukung kehidupan anda menjadi lebih baik? itu pertanyaan untuk tulisan berkutnya….

tapi paling tidak anda hanya butuh niat dan akal sehat saja untuk memulai perjalanan ini

Feel free to comment apapun itu akan dijawab sesegera mungkin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *