perencanaan keuangan

Sekilas Tentang Perencanaan Keuangan

“In preparing for battle I have always found that plans are useless, but planning is indispensable.” ―Dwight D. Eisenhower

Selamat anda baru saja mendapatkan penghasilan…. enaknya dipake apa ya duit ini? Jika pada saat anda menerima gaji atau bentuk pendapatan lain dan anda belum tahu detik itu juga pemanfaatan setiap rupiah yang anda dapatkan, maka anda belum siap menjalani perjalanan menuju kesejahteraan. Berapapun besarnya penghasilan anda tanpa perencanaan anda tidak akan pernah merasa sejahtera (hidup tercukupi).

Sebesar apapun penghasilan anda akan selalu terasa kurang atau malah kurang banget… hehehe. Untuk bisa merasa tercukupi anda perlu tahu persis, berapa rupiah yang dibutuhkan untuk hidup dalam kurun waktu tertentu (bisa mingguan, bulanan, tiga bulanan sampai dengan tahunan). Tidak masalah apakah pemasukan anda bersifat rutin atau tidak, akan tetapi anda harus memiliki pengeluaran yang bersifat rutin dan relatif menetap.

Keharusan tersebut akan memudahkan anda merencanakan kehidupan finansial anda dan keluarga, memberikan tujuan, arti dan fungsi pada pekerjaan anda. Bahkan jika tujuan tersebut hanya supaya anda bisa makan setelah pekerjaan itu selesai, kerja pagi supaya bisa makan siang, kerja siang supaya bisa makan malam dan kerja malam supaya bisa makan pagi. Pekerjaan anda hanyalah alat yang berguna untuk mencapai tujuan anda, sementara perencanaan merupakan sistem navigasi yang memungkinkan anda mencapai tujuan tersebut.

Pada paragraf awal tulisan ini saya berinisiatif menggunakan kata sejahtera sebagai tujuan anda, jika pada saat anda membaca paragraf pertama tadi anda secara sadar tidak menolak inisiatif saya maka secara tidak sadar anda telah memahami pentingnya tujuan itu sendiri. Mari kita batasi diri pada tujuan finansial saja.

Saat ini saya mendorong tiap-tiap pembaca untuk mendefinisikan sendiri tujuan anda bekerja sehingga mendapatkan penghasilan tersebut. Yang penting ada dulu, hampir pasti di kemudian hari tujuan ini perlu dirubah atau disesuaikan supaya tetap relevan dengan kehidupan anda. Akan lebih efektif jika tujuan tersebut dalam bentuk tertulis atau lebih tepatnya tidak hanya di pikiran anda semata.

Langkah berikutnya adalah menuliskan apa yang perlu anda lakukan untuk mencapai tujuan tersebut, tuliskan sedetil dan sesistematis mungkin selama masih dalam koridor kemampuan anda melakukannya. Proses ini biasanya tidak gampang jadi kalau anda merasa kesulitan ingatlah bahwa kebanyakan orang juga mengalami hal yang sama. Berhentilah hanya jika anda merasa puas dan cukup dengan apa yang anda tuliskan.

Sekali lagi saya ucapkan selamat karena tidak hanya anda memiliki penghasilan, anda juga memiliki tujuan dan rencana pemanfaatan penghasilan tersebut untuk kebaikan anda sendiri dan orang-orang yang anda cintai.

Meskipun penghasilan, tujuan dan rencana masing-masing orang pasti berbeda akan tetapi secara umum akan saya bedakan menjadi dua kategori saja.

  1. Yang pertama adalah kelompok jangka pendek yaitu kelompok dimana penghasilan individual mampu mencapai tujuan pada kerangka waktu yang sama, contohnya adalah jika penghasilan anda 3 juta rupiah dan tujuan finansial anda adalah membeli smartphone seharga 1,5 juta rupiah.
  2. Yang kedua adalah kelompok jangka panjang yaitu kelompok dimana penghasilan individual tidak mampu mencapai tujuan pada kerangka waktu yang sama, contohnya adalah jika penghasilan anda 3 juta rupiah akan tetapi tujuan finansial anda adalah membeli rumah seharga 350 juta rupiah.

Pada kelompok jangka pendek tidak ada masalah berarti karena anda mampu mencapai tujuan anda, meskipun biasanya setelah tujuan awal tercapai maka tujuan baru akan muncul dengan kompleksitas lebih dari sebelumnya sehingga secara bertahap kelompok jangka pendek akan berpindah ke kelompok jangka panjang.

Nah kelompok jangka panjang inilah yang akan menjadi fokus di tulisan berikutnya, kalau dari tulisan sebelumnya jawaban atas pertanyaan optimalisasi uang untuk mendukung kehidupan lebih baik adalah lewat penetapan tujuan (goal setting) dan perencanaan (planning), maka pertanyaan yang akan kita jawab bersama untuk tulisan berikutnya adalah bagaimana merealisasikan rencana dengan memperhitungkan sumber daya yang kita miliki. Ingat modal awalnya cuma niat dan akal sehat saja tidak lebih tidak kurang.

Feel free to comment apapun, itu akan dijawab sesegera mungkin

2 thoughts on “Sekilas Tentang Perencanaan Keuangan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *