Mau Anak Anda Jadi Orang Hebat & Sukses? Ajarkan 6 Keterampilan Ini

Tentunya anda tak ingin anak anda tertinggal dalam perkembangan jaman yang semakin maju dengan pesatnya, bukan? Saya yakin, jawabannya “iya, tak ingin”.

Kebanyakan orangtua berharap anaknya bisa menjadi orang sukses. Lalu, bagaimana caranya supaya anak bisa sukses di tengah perkembangan jaman yang kemajuannya sangat pesat ini?

Baru-baru ini saya menemukan satu artikel menarik berjudul “A Plan For Raising Brilliant Kids, According To Science”. Berisi percakapan antara Anya Kamenetz, Roberta Michnick Golinkoff & Kathy Hirsh-Pasek.

Siapa Kathy Hirsh-Pasek? Bagi anda yang mengikuti ajang penghargaan Oscar & Golden Globe, mudah-mudahan tahu. Ia adalah ibu dari Benj Pasek, salah seorang komposer film “La La Land”. Bersama Justin Paul, Benj Pasek berhasil menyabet 2 penghargaan dalam ajang bergengsi tersebut—kategori Best Musical & Best Original Score.

Selain itu, bersama dengan Roberta Michnick Golinkoff, Kathy Hirsh-Pasek merupakan penulis buku berjudul “Becoming Brilliant: What Science Tells Us About Raising Successful Children”Buku itu memaparkan kegelisahannya atas sistem pendidikan anak & gaya pengasuhan orangtua yang masih mempertahankan pendekatan konvensional, lagi ketinggalan jaman.

Bonusnya, buku tersebut juga memberikan pendekatan alternatif supaya anak-cucu kita bisa survive dalam pesatnya kemajuan jaman. Artikel yang saya sebutkan di awal berbagi penjelasan lisan Kathy Hirsh-Pasek & Roberta Michnick Golinkoff mengenai pendekatan alternatif tersebut.

Bagi anda yang tidak terlalu mahir dalam membaca & memahami bacaan berbahasa Inggris, artikel ini saya persembahkan untuk anda. Namun, saya tak hanya sekedar mengalihbahasakan isi percapakan dalam artikel tersebut . Saya hanya menyuplik poin-poin pentingnya saja, kemudian saya tambahkan dengan komentar pribadi & data-data pendukung lain.

Continue reading Mau Anak Anda Jadi Orang Hebat & Sukses? Ajarkan 6 Keterampilan Ini

Yuk Belajar Mengenal Anak Usia Dini (Early Childhood)

Dunia anak usia dini memang penuh dengan misteri. Betapa tidak, kita seringkali terperanga—dibuat takjub oleh segala tingkah polahnya yang ajaib. Artikel ini disajikan buat anda yang tertarik untuk lebih memahami dunia anak usia dini.

Pemahaman Dasar tentang Anak Usia Dini

Menurut The National Association for the Education of Young Children (NAEYC), fase early childhood berlangsung pada rentang usia 0-8 tahun. Sedangkan, menurut UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, anak-anak yang berusia 0-6 tahun disebut sebagai anak usia dini. Terlepas dari adanya perbedaan batas maksimal anak usia dini (early childhood), pada prinsipnya, itu dimulai sejak anak lahir hingga sebelum anak menempuh pendidikan dasar.

Menurut para ahli, pada rentang usia tersebut anak mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat—the golden age. Agar anak bisa melewatinya secara optimal, itu perlu ditunjang dengan proses pengasuhan (nurturing) yang sesuai. Untuk itu, sebagai orangtua/keluarga/pengasuh alternatif, anda perlu mengetahui seluk beluk perkembangan anak usia dini.

Continue reading Yuk Belajar Mengenal Anak Usia Dini (Early Childhood)

4 Langkah Rekonstruksi Peran Laki-laki dalam Keluarga: Sebuah Aji Mumpung Ada Hari Ayah Sedunia (Father’s Day)

18 Juni kemarin diperingati sebagai hari ayah sedunia (father’s day). Saya jadi tergelitik untuk menulis tentang “peran laki-laki dalam keluarga”. Sebagai awalan, silahkan anda simak beberapa ilustrasi visual karya Aji Prasetyo, di bawah ini.

jaman-mengajak-kita-berubah-1

jaman-mengajak-kita-berubah-2

jaman-mengajak-kita-berubah-3

jaman-mengajak-kita-berubah-4

jaman-mengajak-kita-berubah-5

jaman-mengajak-kita-berubah-6

jaman-mengajak-kita-berubah-7

Ilustrasi visual di atas menggambarkan polemik peran gender dalam keluarga yang sesungguhnya sudah terjadi sejak era tahun 90-an. Bahkan, jika anda pernah membaca tulisan Pram berjudul “Panggil Aku Kartini Saja”, ketimpangan peran gender sudah menggelisahkan Ibu Kita Kartini.

Saat ini, polemik tersebut terasa semakin santer merasuk dalam sendi-sendi kehidupan rumah tangga kebanyakan orang. Betapa tidak, perempuan bekerja sudah bukan menjadi sebuah fenomena, tetapi kelumrahan—termasuk istri saya, dan mungkin juga, istri anda. Kata orang, itu merupakan salah satu bentuk emansipasi perempuan.

Lalu, sebagai seorang laki-laki dalam keluarga—dengan peran sebagai suami dan ayah, maupun suami/ayah saja; bagaimana kita sejogjanya merespon keadaan itu?

Continue reading 4 Langkah Rekonstruksi Peran Laki-laki dalam Keluarga: Sebuah Aji Mumpung Ada Hari Ayah Sedunia (Father’s Day)

Perkembangan Anak: Berkaca Pada Kualitas Pendidikan Anak di Indonesia

“Anak saya kok begini? Kok begitu? Belum bisa ini dan itu?”. Jika anda sempat mempertanyakannya, selamat! Anda masih peduli dengan perkembangan anak anda.

Saya percaya, hampir semua orangtua memiliki kepedulian tersebut; sisanya—yang tidak peduli, (mungkin) tidak punya cukup waktu untuk memikirkan anak mereka.

“Tapi, pertanyaan saya di atas belum terjawab, mengapa anak saya seperti itu?”. Baiklah, saya akan jawab, dengan pertanyaan, “kok bisa anda—sebagai orangtua—tidak tahu?”; “apakah anda tidak memantau perkembangan anak anda?”.

Saya yakin anda akan memberikan 1001 alasan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Daripada anda malah kelelahan karena berusaha mencari-cari alasan, berikut ini saya paparkan realita kondisi perkembangan anak di Indonesia; dan peran keluarga terhadap munculnya kondisi tersebut.

Continue reading Perkembangan Anak: Berkaca Pada Kualitas Pendidikan Anak di Indonesia

Cara Mengatasi Masalah Keluarga: Coba 6 Langkah Ampuh Ini !!!

Anda sedang mencari cara mengatasi masalah keluarga? Anda bertanya-tanya “bagaimana sih cara mengatasi masalah keluarga yang ampuh?”

Gambar Cara Mengatasi Masalah Keluarga yang Ampuh

Menurut pengalaman saya, belum ada artikel yang benar-benar bisa memberikan cara-cara yang ampuh. Mengapa? Karena artikel-artikel tersebut kurang memperhitungkan konteks dalam setiap keluarga—yang beragam dan unik.

Percayalah, tidak ada cara mengatasi masalah keluarga yang benar-benar ampuh jika itu tidak memperhatikan konteks dalam keluarga.

Agar kita bisa memperoleh konteks tersebut, menurut pengalaman saya, ada dua alternatif cara yang bisa kita lakukan, yaitu:

  1.  Mendiskusikannya dengan keluarga;
  2.  Mengikuti konseling keluarga.

Mengapa harus melibatkan (anggota) keluarga? Karena ini masalah keluarga, bukan masalah pribadi. Ada banyak kasus yang mana hanya satu pihak saja yang mengusahakan cara mengatasi masalah keluarga. Dan itu seringkali berujung pada kegagalan.

Artikel ini berfokus pada cara pertama, dengan memberikan panduan “6 langkah ampuh mengatasi masalah keluarga”.

Continue reading Cara Mengatasi Masalah Keluarga: Coba 6 Langkah Ampuh Ini !!!

2 Penyebab Masalah Keluarga dan Pemicu Konflik Keluarga Bahagia


Masalah keluarga dan konfliknya menjadi isu utama dalam keluarga. Keduanya bisa menyebabkan orang-orang yang ada di dalamnya—anggota keluarga mengalami stress dalam keluarga. Fatalnya, stress yang tidak dikelola dengan baik, atau tidak ditemukan cara untuk mereduksinya, bisa mengganggu kesehatan mental, dan merusak gambaran keluarga bahagia.

Keluarga yang nampak bahagia belum tentu tidak ada masalah keluarga
Foto Masa Kecil Penulis Bersama Keluarga

Apa saja penyebab terjadinya masalah keluarga? Bagaimana masalah keluarga bisa memicu munculnya konflik keluarga?

Continue reading 2 Penyebab Masalah Keluarga dan Pemicu Konflik Keluarga Bahagia

Kesehatan Mental

kesehatan mental

Berbicara tentang kesehatan mental biasanya orang-orang awam akan mengaitkannya dengan perilaku abnormal dari seseorang. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, tetapi juga tidak sepenuhnya salah. Kesalahpahaman seringkali terjadi karena ketidaktahuan kita akan konsep abnormalitas dan kesehatan mental. Oleh karenanya, saya menulis artikel ini, selain agar anda mengetahui dan bisa lebih memahami dua konsep tersebut, juga agar anda bisa lebih bijak dalam menilai orang lain. Continue reading Kesehatan Mental

Keluarga dan Kesehatan Mental

Semua Bermula dari Keluarga

Banyak penelitian membuktikan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Berbagai penelitian mengenai perilaku kriminal1,2,3 menunjukkan bahwa 9 dari 10 pelaku tindak kejahatan memiliki masalah antara dirinya dan anggota keluarga yang ada di rumahnya, khususnya orangtua/keluarga yang menjadi pengasuhnya di masa kecil (dalam rentang usia 5 sampai 16 tahun). Continue reading Keluarga dan Kesehatan Mental

Konsep dan Fungsi Keluarga

Pengertian Keluarga

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring, arti keluarga, antara lain:

  1. Ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah
  2. Orang seisi rumah yang menjadi tanggungan; batih
  3. Sanak saudara; kaum kerabat
  4. Satuan kekerabatan yang sangat mendasar dalam masyarakat

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1994 Tentang Penyelenggaraan Keluarga Sejahtera (Pasal 1 Bab 1), keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri, atau suami, isteri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya. Continue reading Konsep dan Fungsi Keluarga